BRPSDI News - Pelepasliaran teripang merupakan bagian dari kegiatan pengembangan teknologi pemulihan sumber daya teripang pasir (Holothuria scabra) di Taman Nasional Perairan Karimunjawa. Pelepasliaran dilakukan oleh tim riset BRPSDI yakni Arip Rahman, Tri Muryanto, Wandi Solihin pada tanggal 10 – 12 April 2021. Sebelumnya dilakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait diantaranya dengan Balai Taman Nasional Karimunjawa (BTNKJ) dan Pemerintah Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa.

Balai Taman Nasional Karimunjawa merupakan pengelola kawasan konservasi Taman Nasional Karimunjawa. Lokasi pelepasliaran teripang pasir dilakukan di dalam kawasan konservasi tersebut. Koordinasi dilakukan untuk izin melakukan kegiatan di dalam kawasan konservasi dan sinkronisasi kegiatan dengan program kegiatan yang ada di Balai Taman Nasional Karimunjawa. Secara umum BTNKJ mendukung kegiatan pelepasliaran teripang pasir di kawasan konservasi, dengan harapan dapat mengembalikan perikanan teripang yang dulu pernah ada di Kepulauan Karimujawa.

Desa Kemujan merupakan daerah dimana kegiatan pelepasliaran teripang dilakukan. Pertemuan dengan Kepala Desa Kemujan dilakukan di rumah petinggi desa (Kepala Desa). Kepala Desa sangat mendukung kegiatan pelepasliaran teripang pasir di wilayahnya dan mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kepala Desa berharap kegiatan pelepasliaran teripang untuk mengembalikan perikanan teripang di wilayah Karimunjawa dapat dilakukan secara kesinambungan.

Kegiatan pelepasliaran teripang pasir dilakukan di perairan Teluk Legon Gede, Pulau Kemujan. Teripang pasir yang dilepasliarkan merupakan hasil pembesaran dan adaptasi di intermediate culture. Teripang pasir yang dilepasliarkan berjumlah sekitar 100 ekor dengan bobot rata-rata 300 gr. Sebelum pelepasliaran, dilakukan pengukuran kualitas air secara insitu untuk mengetahui kondisi kualitas air. Berdasarkan data parameter kualitas air secara insitu, kondisi perairan Teluk Legon Gede masih mendukung untuk pertumbuhan teripang.

Kegiatan pelepasliaran teripang pasir tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Balai Taman Nasional Karimunjawa, Kepala Desa Kemujan, dan masyarakat setempat. Masyarakat sangat mendukung kegiatan tersebut. Masyarakat berharap perikanan teripang yang pernah ada di Taman Nasional  Karimunjawa dapat kembali pulih. Masyarakat juga berharap jika kegiatan pelepasliran teripang di Teluk Legon Gede ini berhasil, kegiatan serupa bisa diterapkan di lokasi lain di Kepulauan Karimunjawa. Sama halnya dengan harapan tim peneliti, agar teknologi ini menjadi prototipe dan dapat diaplikasikan di perairan lainnya.

Kalendar Kematian Masal ikan

Infografis BRPSDI

JAJAK PENDAPAT

Bagaimana pendapat anda tentang informasi pada website BRPSDI?

Statistik Pengunjung

Today 27

Yesterday 86

Week 515

Month 1515

All 96463

Currently are 10 guests and no members online

Kubik-Rubik Joomla! Extensions

Layanan Pengaduan Online

Email KKP

LINK TERKAIT

IKUTI KAMI