BRPSDI News – 11 September 2020, Keakuratan data riset tidak lepas dari laboratorium uji yang menjadi pendukung dan bagian proses kegiatan riset. Mutu laboratorium uji harus dijamin oleh sumber daya yang memadai. Salah satu persyaratan dalam sistem manajemen laboratorium sesuai ISO/IEC 17025 adalah persyaratan sumber daya yang memuat 5 klausul yaitu personil, fasilitas dan kondisi lingkungan, peralatan, ketertelusuaran metrologi, serta produk dan layanan yang disediakan oleh pihak eksternal.

Peningkatan sumber daya manusia menjadi bagian dari persyaratan sumber daya personil, yang harus dilakukan secara terus menerus untuk memastikan kompetensi personil. Manajemen Laboratorium harus memastikan bahwa kompetensi semua personel yang melakukan tugas tertentu harus mempunyai kualifikasi pendidikan, pelatihan, pengalaman yang sesuai dan/atau ketrampilan yang didemonstrasikan (ISO/IEC 17025).

Laboratorium uji BRPSDI secara konsisten telah menerapkan sistem manajemen mutu ISO/IEC 17025: 2017. Laboratorium Benthos merupakan bagian dari Laboratorium uji BRPSDI yang disupervisi oleh penyelia. Selain laboratorium benthos, laboratorium biologi ikan dan larva juga sering mendapatkan bagian tubuh benthos dalam sampel yang diamati. Hal ini menjadi syarat mutlak bahwa personel yang ada didalamnya harus mempunyai kompetensi untuk melakukan identifikasi sampel dan analisis data hasil pengamatan.

Inhouse training laboratorium benthos sesuai ISO/IEC 17025 dengan tema teknik identifikasi dan analisis data: oligochaeta dan larva serangga (chironomidae) bertujuan untuk meningkatkan kompetensi personel lab uji BRPSDI khususnya Lab Benthos, biologi dan larva. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis dan Jumat, tanggal 10 dan 11 September 2020, bertempat di aula dan ruang uji laboratorium uji Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan, Jatiluhur. Narasumber yang menyampaikan materi merupakan peneliti bidang ekologi yang berasal dari Puslit Limnologi LIPI, yakni Dr. Jojok Sudarso, S.Si., M.Si.

Pembukaan dan arahan oleh Kepala BRPSDI atau Manajer Puncak Laboratorium Uji BRPSDI. Pada kesempatan ini, Manajer Puncak yakni Nanang Widarmanto menjelaskan bahwa kegiatan ini masuk kedalam salah satu IKU yang harus dicapai/ kegiatan prioritas sehingga boleh dilaksanakan di tengah situasi pandemic, tentunya dengan tetap menjaga protokol covid. Selain pencapaian IKU, peningkatan kompetensi personel juga masuk ke dalam kebijakan mutu dan sasaran mutu yang harus dicapai oleh manajemen laboratorium. Peserta inhouse training dibatasi karena melaksanakan protocol covid sehingga hanya personel laboratorium uji BRPSDI. Manajer Puncak mengharapkan peserta dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari narasumber, dan melaksanakan pelatihan dengan baik.

Materi yang disampaikan oleh narasumber yaitu teknik identifikasi oligochaeta dan larva serangga (chironomidae) dilanjutkan dengan analisis data dan diskusi. Dalam sesi diskusi, peserta bertanya perihal teknik pengamatan, indikator benthos sebagai kondisi lingkungan, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing software yang digunakan untuk analisis hasil pengamatan. Setelah diskusi dan tanya jawab, peserta menuju ke laboratorium uji untuk melakukan pengambilan dan preparasi sampel. Sampel yang digunakan untuk pengamatan adalah sampel yang sudah disediakan oleh lab benthos sebelumnya, dan juga sampel yang diambil di lokasi dermaga pelabuhan biru Waduk Ir. H. Djuanda oleh peserta inhouse training. Preparasi sampel dilakukan di Laboratorium Kimia dengan menggunakan pemanas elektrik dan bahan kimia tertentu, dilanjutkan dengan dioven selama kurang lebih 15 jam untuk proses clearing. Setelah proses clearing, sampel diamati keesokan harinya.

Pengamatan sampel dilakukan dengan mikroskop kamera perbesaran tertentu dan menggunakan buku identifikasi. Masing-masing peserta melakukan pengamatan sendiri di laboratorium benthos dan biologi ikan dengan memakai beberapa mikroskop. Proses pengamatan dilakukan dengan pendampingan dan berdiskusi dengan narasumber. Narasumber memberikan informasi kepada peserta tentang tips dan trik dalam melakukan identifikasi untuk memudahkan peserta. Perbagian tubuh sampel dibahas dengan lebih detail mulai dari kepala, antena, segmen tubuh, mulut, anus, dsb. Penutup oleh Manajer Teknis yakni Dyah Ika Kusumaningtyas, mengucapkan terimakasih kepada narasumber atas kesediaannya untuk mengisi materi inhouse training serta harapannya bahwa setelah melaksanakan inhouse training ini, ada peningkatan dalam kompetensi personel dan kesamaan persepsi antara lab benthos, biologi ikan dan larva dalam teknik identifikasi sampel oligochaeta dan larva serangga. Manajer teknis meminta saran dari narasumber tentang sarana prasarana serta bahan yang belum dimiliki oleh Lab Benthos sehingga dapat menjadi dasar pengajuan kebutuhan.

Email KKP

LINK TERKAIT

Statistik Pengunjung

Today 75

Yesterday 119

Week 648

Month 2426

All 74866

Currently are 2 guests and no members online

Kubik-Rubik Joomla! Extensions

IKUTI KAMI

     

JAJAK PENDAPAT

Bagaimana pendapat anda tentang informasi pada website BRPSDI?

Layanan Pengaduan Online