BRPSDi News - Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan dalam sepekan belakangan telah melakukan penelitian dampak sosial ekonomi di waduk Malahayu, Kabupaten Brebes. Dari hasil penelitian itu, waduk Malahayu memiliki potensi yang tinggi untuk penebaran bibit ikan. Hasil penelitian ini diharapkan bisa diimplementasikan oleh pemangku kepentingan.

Peneliti Bidang Pengelolaan Sumber Daya Perikanan atau Ekonomi Sumberdaya, Dr. Amula Nurfiarini mengatakan, waduk Malahayu sudah memiliki embrio kearifan lokal pengelolaan perikanan berbasis penebaran. Sejak tahun 1999 secara mandiri masyarakat sudah menebar benih, namun belum menggunakan pedoman umum penebaran.

"Pada tahun 2008 Balai Riset Sumber Daya Ikan melakukan inisiasi terhadap program culture based fisheries (CBF) atau pengelolaan ikan berbaris penebaran, yang sudah menggunakan mekanisme petunjuk teknis penebaran yang baik dan benar," ucap Dr. Amula Nurfiarini, Selasa (19/11) di Brebes

Sedangkan menurut Peneliti Pengelolaan Perikanan Perairan Umum, Prof. Dr. Krismono, sejak tahun 2008 pihaknya melalukan penelitian di sejumlah waduk. Namun yang paling unggul adalah di Malahayu. Malahayu menyimpan banyak potensi, baik potensi kelembagaan kelompok nelayan Malahayu maupun potensi yang lainnya.

"Sekarang memang harus disesuaikan dengan kemajuan teknologi untuk pemasaran. Jangan sampai kita berwisata kuliner di Malahayu, tapi yang jual makanan stok ikannya dari Kabupaten Kuningan. Ini memang telah terjadi. Jadi kita tingkatkan optimalisasi pemasaran. Kalau produksinya cukup bagus," beber dia.

Pengembangan Sumber Daya Ikan

Di sisi lain, Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan telah memberi beberapa masukan kepada Pemkab Brebes untuk meningkatkan pengembangan sumber daya ikan di waduk Malahayu. Menurutnya, di waduk Malahayu hanya tinggal pengelolaan waktu penebaran dengan ukuran benih yang disesuaikan dengan kebutuhan.

"Ukuran benih umumnya 2-5 centimeter, padahal yang diperlukan di lapangan 7-10 cm. Jadi walaupun ditebar dengan jumlah berlebih tetap tingkat keberhasilan rendah. Tapi jika ukuran benih disesuaikan dengan kebutuhan, yaitu 7-10 cm, maka tingkat keberhasilan tinggi," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perikanan Brebes, Sodikin mengatakan, kelompok nelayan dan kelompok budidaya ikan waduk Malahayu memiliki peranan penting dalam pengawasan pengembangan waduk Malahayu, baik di sisi fungsi irigasi, pariwisata, maupun, sebagai penampungan air yang dimanfaatkan untuk budidaya perikanan.

"Akan lebih nyata jika tiga fungsi itu digabung. Kami memfasilitasi kelompok pengawasan masyarakat agar bisa mengawasi oknum yang menangkap ikan menggunakan racun atau listrik. Waduk Malahayu menyimpan banyak potensi dan mampu bertahan dengan pemanfaatan yang sudah optimal. Kemudian dijadikan percontohan nasional," pungkasnya.

Sumber: https://kumparan.com/panturapost/waduk-malahayu-brebes-berpotensi-pengembangan-penebaran-benih-ikan-1sI6S8JZCT6

Email KKP

LINK TERKAIT

Statistik Pengunjung

Today 65

Yesterday 72

Week 572

Month 2609

All 56447

Currently are 14 guests and no members online

Kubik-Rubik Joomla! Extensions

IKUTI KAMI

     

JAJAK PENDAPAT

Bagaimana pendapat anda tentang informasi pada website BRPSDI?

Layanan Pengaduan Online