BRPSDI News – 14 November 2019, BRPSDI bekerjasama dengan PT. Pratama Graha Semesta dan PT.Hidronav Teknikatama mengadakan workshop dan expo “DEGRADASI BIOEKOLOGI PERAIRAN DAN TEKNIK PEMULIHAN SUMBER DAYA PERAIRAN DAN PERIKANAN” yang dihadiri oleh 54  orang,  (terdiri  dari  UPT  dibawah  Kementerian Kelautan  dan Perikanan, Pemda, Akademisi, BUMN, dan swasta). Dua orang yang dihadirkan pada acara tersebut yaitu: Dr. Didik Wahju Hendro Tjahjo sebagai narasumber dari BRPSDI dan Prof. T. Sembiring sebagai narasumber dari LPTB LIPI.

Pada acara tersebut Narasumber memaparkan kajiannya tentang teknik pemulihan sumberdaya ikan dan lingkungannya sebagai berikut: “Pemulihan untuk memperbaiki kondisi sistem terdegradasi harus dilakukan sebagai bagian dari proses adaptif. Proses ini didukung oleh serangkaian tujuan yang disepakati. Ini harus diinformasikan oleh sains dan memandu tindakan manajemen dan responsif terhadap perubahan persepsi dan nilai-nilai pemangku kepentingan. Hal ini juga membutuhkan konsultasi dan keterlibatan yang luas dengan kelompok-kelompok kepentingan untuk memperoleh pemahaman bersama tentang berbagai aset dan nilai lingkungan penting yang perlu dipertimbangkan. Pemantauan dan evaluasi adalah elemen penting dari proses manajemen adaptif yang diperlukan untuk memastikan bahwa intervensi manajemen berhasil dan tujuan lingkungan terpenuhi. “Pendekatan ekosistem mempunyai banyak atribut. Atribut tersebut dapat disederhanakan menjadi dua komponen utama: struktur dan fungsi. Apapun yang terjadi di ekosistem yang rusak kemudian dapat diwakili secara grafis dengan komponen ini sebagai dua sumbu. Kedua komponen tersebut yang mengalami degradasi dan harus dipulihkan. Rehabilitasi mempunyai sasaran untuk mencapai Ekosistem yang sehat memiliki kemampuan untuk mempertahankan struktur dan fungsinya dari waktu ke waktu bahkan dalam menghadapi tekanan eksternal. Setelah proses degradasinya dikendalikan, karakteristik penting dari setiap intervensi adalah mengurangi faktor-faktor yang menghambat proses pemulihan kembali ekosistem. Tentunya akan melibatkan banyak elemen yang berbeda, tergantung ekosistem dan degradasi yang terjadi. Pada dasarnya ada tiga hal yang perlu diperhatikan: (i) aspek fisik habitat; (ii) aspek kualitas air; dan (iii) aspek biologi.

Dalam intervensi dalam teknik pemulihan sumberdaya perairan berfungsi sebagai rangsangan yang mempercepat proses-proses alami yang membangun kembali (memulihkan) ekosistem hingga memulihkan kebambali kompleksitas struktur dan fungsinya. Kriteria keberhasilan pemulihan sumberdaya tersebut pada dasarnya sangat ditentukan dengan target dan upaya yang tetapkan sebelumnya. Prinsip yang penting bahwa pemulihan ekosistem harus berada pada jalur peningkatan dalam hal struktur dan fungsi, serta tidak ada hambatan untuk proses pemulihan jangka panjangnya.”

Kegiatan workshop ditutup dengan penyerahan “Kalender Kematian Masal Ikan” dan souvenir kerajinan tangan oleh Kepala BRPSDI (Dr. Joni Haryadi,D) yang didampingi oleh Koordinator Pusat Unggulan Iptek untuk BRPSDI (Dra. Adriani Sri Nastiti, MS).

Email KKP

LINK TERKAIT

Statistik Pengunjung

Today 64

Yesterday 72

Week 571

Month 2608

All 56446

Currently are 11 guests and no members online

Kubik-Rubik Joomla! Extensions

IKUTI KAMI

     

JAJAK PENDAPAT

Bagaimana pendapat anda tentang informasi pada website BRPSDI?

Layanan Pengaduan Online