BRPSDI News - Pertemuan Regional Ke 3 (tiga)  proyek JAIF (Japan-ASEAN Integrated Fund) telah di lakukan oleh SEAFDEC pada  tanggal 22-23 Juli 2019 di Bangkok, Thailand.  Tujuan pertemuan adalah untuk mengetahui, memverifikasi data dan informasi tingkat pemanfaatan serta skema pengelolaan sumberdaya ikan sidat tropis di Asia Tenggara secara berkelanjutan. Negara – Negara ASEAN (ASEAN Members State/ AMS) yang hadir dalam pertemuan regional tersebut berjumlah 6 (enam) negara yaitu Kamboja, Indonesia, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Materi utama dari pertemuan regional adalah melakukan review terhadap draf laporan akhir  proyek JAIF yang telah dilakukan oleh SEAFDEC dan AMS selama 2 (dua) tahun (Agustus 2017- Juli 2019).

Beberapa Kegiatan yang telah dilakukan SEAFDEC di AMS di antaranya a) Survei pemanfaatan sidat tropis di AMS; b) Estimasi kelimpahan stok sidat tropis di AMS; c) menggambarkan struktur populasi genetik sidat di AMS; d) memperbaiki teknik budidaya sidat untuk meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dari glass ell menjadi elver; dan e) merumuskan kebijakan manajemen sumber daya untuk AMS.

Berdasarkan hasil presentasi dan diskusi AMS terhadap proyek di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Pemanfaatan sumber daya sidat tropis di Asia Tenggara berdasarkan survei dasar (Baseline survey)

Survei dasar dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang penggunaan sumber daya sidat tropis di AMS dan hasil survei menunjukkan bahwa umumnya  tidak ada data statistik lokal yang mengklasifikasikan spesies sudat dalam volume tangkapan dan produksi perikanan. Oleh karena itu, dalam survei dasar, informasi tentang volume produksi tangkap dikumpulkan dari konsolidator sidat dan penangkap/ pembudidaya sidat di setiap negara melalui wawancara. Anguilla bicolor bicolor, A. marmorata, dan A. bicolor pacific adalah spesies utama yang ditangkap meskipun kadang-kadang A. bengalesis dan A. luzonensis juga dicatat dalam tangkapan.

Dalam proses distribusi, Glass ell dan sidat dikirim ke pelaku usaha sidat, sedangkan elver dikirim ke pasar lokal dan luar negeri. Saluran distribusi untuk sidat melibatkan konsolidator karena kebutuhan untuk mengangkut / berdagang sidat dalam keadaan hidup. Oleh karena itu, struktur distribusi terkonsentrasi di sekitar konsolidator. Ini menunjukkan bahwa pengumpulan data tangkapan sidat relatif lebih mudah daripada spesies ikan lain yang memiliki saluran distribusi yang kompleks.

2. Tren dalam stok sumber daya (Regular Survey)

Data tangkapan sidat dikumpulkan dari para konsolidator glass ell beberapa negara untuk menyelidiki tren kelimpahan sumber daya belut tropis. Secara khusus, data upaya penangkapan dan penangkapan sidat dikumpulkan dari lokasi di Indonesia dan Filipina, dan tren stok belut tropis dianalisis dengan mengamati perubahan dalam tangkapan per unit upaya penangkapan ikan. Pengumpulan data tangkapan, termasuk data upaya penangkapan sidat jangka panjang, biasanya diperlukan dalam menganalisis tren dalam status sumber daya.

Analisis data lima tahun yang dikumpulkan melalui survei reguler tidak secara jelas menunjukkan tren yang menunjukkan penurunan kelimpahan berdasarkan hasil tangkapan per unit usaha.

3. Genetika populasi sidat tropis

Hasil analisis DNA terhadap sampel sidat A. bicolor bicolor dan A. bicolor yang dikumpulkan dari Indonesia, Filipina, Vietnam dan Myanmar membuktikan bahwa terdapat perbedaan genetik di antara sampel. Selain perbedaan genetik yang tinggi di antara sampel, penelitian menunjukkan keragaman genetik yang sangat tinggi dalam sampel ini belum tentu menunjukkan bahwa subspesies ini sangat berlimpah.

4. Teknik untuk meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dari glass ell ke elver (survei tingkat kelangsungan hidup)

Wawancara dengan pelaku usaha sidat di Filipina dan Vietnam tentang data   praktik budidaya sidat menunjukka bahwa tingkat kelangsungan hidup sidat dari glass ell  ke elver dicatat telah meningkat. Selain itu, kejadian akibat patogen dalam fasilitas budidaya sidat telah didokumentasikan dan tindakan pencegahan serta pengobatan juga dilakukan. Skema yang efektif (menggunakan berbagai pakan) untuk meningkatkan tingkat kelangsungan hidup sidat glass ell direkomendasikan berdasarkan hasil uji coba pembesaran. Manual operasi pembesaran/ budidaya sidat  disiapkan dan didistribusikan kepada pelaku usaha sidat.

5. Analisis basis data perdagangan internasional

Analisis status perdagangan internasional sidat tropis di AMS dilakukan menggunakan data UN Comtrade. Menurut data Comtrade PBB, sejumlah sidatd dari negara-negara ASEAN seperti Indonesia, Myanmar dan Filipina telah diekspor ke negara lain di dalam maupun di luar Asia Tenggara. Namun, ditemukan bahwa jumlahnya cukup berbeda dibandingkan dengan data tangkapan masing-masing negara pada survei awal proyek ini. Salah satu penjelasan yang mungkin adalah bahwa jumlah ekspor ini mungkin termasuk family sidat seperti belut rawa dan ular. Hal ini menjelaskan bahwa data Comtrade PBB tidak secara akurat mencerminkan jumlah impor dan ekspor sidat di Asia Tenggara.

Disarankan bahwa AMS harus mengembangkan sistem pelaporan yang spesifik untuk sidat ke Comtrade PBB. Selain itu, karena organisasi internasional seperti CITES dan IUCN telah menggunakan data volume perdagangan internasional, termasuk UN Comtrade, sebagai salah satu dasar terkait untuk mengatur perdagangan internasional, kebutuhan untuk pelaporan yang akurat di setiap AMS adalah penting.

6. Ukuran pengelolaan sumberdaya (Pedoman kebijakan)

Untuk menggunakan sumberdaya sidat tropis secara berkelanjutan, negara-negara ASEAN perlu mengadopsi kebijakan manajemen sumberdaya yang efektif. Dalam proyek ini, pedoman kebijakan untuk melestarikan dan mengelola sidat tropis dirumuskan. Pedoman disusun berdasarkan diskusi dari negara-negara ASEAN, diserahkan kepada Sekretariat ASEAN dan akan disahkan sebagai kebijakan bersama ASEAN. 

 

Email KKP

LINK TERKAIT

Statistik Pengunjung

Today 38

Yesterday 61

Week 149

Month 743

All 44260

Currently are 84 guests and no members online

Kubik-Rubik Joomla! Extensions

IKUTI KAMI

     

JAJAK PENDAPAT

Bagaimana pendapat anda tentang informasi pada website BRPSDI?