PENUNJUKAN TIM BRPSDI SEBAGAI PENYEDIA DATA SERIES KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN SUMBER DAYA IKAN

BRPSDI News - Tim BRPSDI yang telah ditunjuk melalui SK Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi (DKP) Prov. Jabar sebagai Tim Pakar Penyediaan Data Series Keanekaragaman Hayati dan Sumber Daya ikan.  

Bertempat di Aula DKP Prov. Jawa Barat pada hari Senin, 29 Oktober 2018 bertempat di Aula DKP Prov. Jawa Barat. Tim Pakar bersama dengan Kepala BRPSDI melaksanakan seminar akhir hasil kegiatan dan menyerahkan Laporan Akhir. Penyerahan Laporan Akhir diserahkan oleh Kepala BRPSDI (Dr. joni Haryadi, M,Sc) kepada Kepala Bidang Kelautan DKP Prov. Jawa Barat (Ir. Endang Haris F, MM).

Beberapa poin yang tergambarkan dari kasil kajian tersebut dengan fokus pada analisis data series penyu dan sidat adalah:

Lokasi pendaratan penyu di sepanjang pantai selatan Jawa Barat adalah 1) Pantai Pangumbahan Kab. Sukabumi, 2) Pantai Sindangkerta Kab. Tasikmalaya dan 3) Pantai Batu Hiu Kab. Pangandaran dan 4) Pantai Legok Jawa Kab. Pangandaran. Beberapa jenis penyu yang terdata secara time series sampai saat ini ditemukan di wilayah pantai selatan Jawa Barat adalah sebagai berikut: a) Pantai Pangumbahan tercatat time series sebanyak 1 jenis penyu yaitu: penyu hijau (Chelonia mydas). b) Pantai Sindangkerta time series sebanyak 1 jenis yaitu penyu hijau (Chelonia mydas). c) Pantai Batu Hiu time series sebanyak 4 jenis yaitu: 1) penyu lekang (Lepidochelys olivacea), 2) penyu hijau (Chelonia mydas), 3) penyu tempayan (Caretta caretta) dan 4) penyu pipih (Natator depressus)dan d) Pantai Legok Jawa time series sebanyak 2 jenis penyu, yaitu: 1) penyu hijau (Chelonia mydas) dan 2) penyu lekang (Lepidochelys olivacea).

Isu dan permasalahan yang menyebabkan penurunan jumlah penyu yang mendarat di wilayah Pantai Selatan Jawa Barat yaitu: 1) Abrasi yang berdampak cukup signifikan terhadap jalur pendaratan penyu. Mengakibatkan perubahan kemiringan, kerusakan pantai dan tumbangnya vegetasi pantai sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup penyu, 2) Maraknya nelayan penangkap baby lobster di jalur migrasi penyu sepanjang Pantai Pangumbahan dan 3) Penambangan pasir, dimana dampak nyata dari kegiatan penambangan pasir terhadap keberlanjutan penyu adalah kerusakan lingkungan fisik pantai, rusaknya vegetasi pantai dan getaran pengangkut pasir besi. Dalam satu hari mencapai ratusan mobil truk yang melintas di area tersebut di wilayah Pantai Sindangkerta, 4) Maraknya nelayan yang menggunakan alat tangkap rawai dasar.

Untuk data sidat dibagi menjadi 3 wilayah kabupaten di sepanjang Pantai Selatan Jawa Barat, dimana beberapa sungai yang potensial sebagai benih sidat yaitu Sungai Cimandiri, Sungai Cikaso, Sungai Cibuni, Sungai Cikarang (Kabupaten Sukabumi), Sungai Cimedang, Sungai Cikandang, Sungai Ciwulan (Kabupaten Tasikmalaya), dan Sungai Cibening, Sungai Cipeuteuy, Sungai Cidadap (Kabupaten Pangandaran). Jenis-jenis sidat yang ditemukan di sepanjang Pantai Selatan Jawa Barat ini adalah Anguilla marmorata dan Anguilla bicolor bicolor. Periode bulan yang menjadi perhatian kemunculan sidat di 3 wilayah kajian adalah bulan Juli sampai dengan Agustus. Dimana Faktor yang mempengaruhi tingginya jumlah tangkapan pada bulan-bulan tersebut adalah tingginya jumlah nelayan serta frekuensi penangkapan yang dilakukan. 

Isu permasalahan di 3 wilayah kajian tersebut adalah fenomena alam yang biasa masyarakat sebut ‘bugel’, fenomena dimana air dari hulu/alirannya yang tidak dapat mengalir ke laut dikarenakan terhalang pasir yang dibawa oleh gelombang laut sewaktu terjadi angin barat yang mengakibatkan tertutupnya mulut muara dan membentuk benteng raksasa. Kondisi ini menghambat ruaya sidat, dimana glass eel yang bergerak menuju perairan tawar terhalang pergerakannya dikarenakan gundukan pasir. 

Email KKP

LINK TERKAIT

Statistik Pengunjung

Today 70

Yesterday 63

Week 133

Month 394

All 26262

Currently are 33 guests and no members online

Kubik-Rubik Joomla! Extensions

IKUTI KAMI