Kegiatan kuliah umum yang dihadiri oleh mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan dan Teknolohi Hasil Perikanan berfokus pada metode pengambilan data di wilayah ekosistem terumbu karang. Metode yang dikenalkan bagi mahasiswa yaitu: Line Intersept Transect, Kuadrat, Belt Transect dan Underwater Photo Transect. Fokus pemaparan difokuskan pada pendalaman materi pada metode Line Intersept Transect. Mujiyanto, S.St.Pi, M.Si sebagai peneliti dengan kepakaran Sumber Daya dan Lingkungan setelah acara di buka oleh Dekan FPIK (Umbu P. L. Dawa, S.Pi, M.Sc) yang di dampingi Dosen dan Pembina Klub Selam Thunnus Diving Club (Jhon Siregar, S.Pi, M.Si) serta di Moderatori oleh Dr. Alfred menyampaikan secara detail kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan metode LIT dalam kegiatan ecological monitoring di ekosistem terumbu karang.

Pemaparan secara rinci oleh pemateri disebutkan bahwa metode LIT mempunyai kelebihan sebagai berikut:

  1. Akurasi ulangan monitoring yang tepat tanpa bergeser dari transek permanen.
  2. Akurasi data dapat diperoleh dengan baik dan lebih banyak seperti: persentase tutupan karang hidup/mati, kekayaan jenis, dominasi, frekuensi kehadiran, ukuran koloni, dan keanekaragaman jenis dapat disajikan secara lebih menyeluruh serta dapat mengukur kerapatan relative. 
  3. Struktur komunitas biota yang berasosiasi dengan terumbu karang dapat disajikan dengan baik.  
  4. Detail pola spasial dan temporal perubahan habitat (bagi pengulangan sampling).
  5. Ukuran koloni karang (noted: merupakan indikator stabilitas komunitas)
  6. Data yang efektif dan efisien untuk memperoleh persentase penutupan kuantitatif.
  7. Memerlukan peralatan minimal dan relatif sederhana, serta dapat dikombinasikan dengan teknik serupa, misalnya belt dan video transect maupun sensus ikan.

Adapun kekurangan penggunaan metode LIT, dimana Metode LIT menuntut kemampuan individu yang tinggi, yaitu selain mempunyai kemampuan untuk mengidentifikasi jenis karang secara langsung atau dituntut keahlian dalam identifikasi karang, minimal lifeform dan sebaliknya genus atau spesies, pengambil data juga dituntut untuk menjadi penyelam yang baik. Kategori penyelam yang baik, disarankan oleh pemateri yang juga merupakan Instruktur Selam pada organisasi selam POSSI-CMAS dan RAID, bahwa pengambil data ecologi di ekosistem terumbu karang minimal telah memenuhi jenjang sertifikasi A2 atau setingkat Advanced. Melalui adanya klub selam UNKRIS yaitu Thunnus Diving Club diharapkan menjadi salah satu wadah bagi penyiapan skill bagi mahasiswa untuk dapat memenuhi standar persyaratan bagi pengambilan data. Sehingga data dan informasi yang dapat di hasilkan dapat dipertanggungjawabkan.

Email KKP

LINK TERKAIT

Statistik Pengunjung

Today 34

Yesterday 82

Week 408

Month 1227

All 20266

Currently are 55 guests and no members online

IKUTI KAMI