BRPSDI - Pada tanggal 18 – 21 November 2017, telah dilaksanakan Kegiatan Benchmarking (studi perbandingan) ke China terkait Perikanan Tangkap Berbasis Budidaya (Culture Base Fisheries (CBF), yang merupakan tindak lanjut Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Badan Riset dan Sumber Daya Manusia KP dengan Perum Jasa Tirta II No:1/DIR/10/PKS/ 2017 tanggal 14 September 2017. Studi perbandingan dilakukan di Freshwater Fisheries Research Center (FFRC) di Wuxi, Danau Qiandahu (Qiandahu Lake) dan Three Gorges Dam, China dan diikuti oleh Dirut dan jajaran Perum Jasa Tirta (PJT) II, Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kabag Program, dan Kepala Balai Riset Pemulihan dan Konservasi Sumberdaya Ikan), Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta, Kapolres Purwakarta, dan Danrem Purwakarta.

Benchmarking bertujuan untuk memperkaya informasi tentang success story dan Best Practice CBF yang telah dilakukan di kawasan tersebut dan akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam implementasi CBF di Waduk Jatiluhur. Hasil observasi dan diskusi menunjukan bahwa CBF yang di implementasikan di Qiandahu Lake telah memberikan dampak positif terhadap kelanjutan ekologi, ekonomi dan sosial masyarakat sekitar danau. Pengelolaan CBF di Qiandahu Lake berada di bawah otorita pemerintah daerah dan bersifat sentralistik dengan jumlah pekerja 100 orang. Jenis ikan yang di restocking adalah Silver Carp (mola) dan Bighead carp (koan) sebagai spesies utama karena secara ekologi ikan tersebut dapat memperbaiki kualitas perairan danau, memiliki nilai ekonomis tinggi dan diminati masyarakat serta benihnya tersedia sepanjang waktu di hatchery pemerintah daerah. Ikan yang ditebar kedalam danau memiliki biomas seberat 600 ton per tahun dengan berat ikan rata-rata 100 gram per ekor dan asumsi ikan tumbuh menjadi 400 gram dalam masa pemeliharaan 1 (satu) tahun dan akan menjadi 1.000 gram pada tahun kedua dengan frekuensi penebaran sebanyak dua kali dalam satu tahun (bulan Agustus dan November). Sedangkan periode panen dilakukan selama 11 bulan (kecuali periode Desember-Januari) dengan hasil tangkapan rata-rata 31,8 ton per bulan (350 ton per tahun) menggunakan jaring lingkar (mini pursiene) sepanjang 4.000 m dan kedalaman 60 meter di tarik kapal kecil menggunakan mesin hauling outometic mechine dan bantuan para pekerja. Kegiatan CBF di Qiandahu Lake dilakukan secara terintergrasi dengan parawista. Dari hasil Benchmarking dapat disimpulkan bahwa Kegiatan CFB dapat menjadi solusi dalam memenuhi target KKP, yaitu produksi perikanan melalui kegiatan perikanan tangkap berbasis budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, tidak ada ketergantungan terhadap pakan ikan, disamping dapat meningkatkan kualitas ekologi sumber daya danau/waduk dan meningkatkan kejahteraan masyarakat setempat. Melihat dampaknya yang besar, maka CBF dapat juga diusulkan dijadikan riset unggulan untuk melakukan kajian riset secara komperhensif dan memberikan rekomendasi teknis untuk kelayakan danau/waduk di Indonesia. Tindaklanjut dari Benchmarking adalah Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan (BRPSDI) dan akan melakukan pertemuan internal tim CBF untuk mereview petujuk tenis dan petunjuk pelaksanaan CBF serta membuat intermediate plot project CBF di Waduk Ir Djuanda Jatiluhur pra Implemetasi CBF 2018. BRSDM akan memfasilitasi pertemuan PJT II, Pemda Purwakarta, DJPT, DJPB, dan Ditjen PRL dalam rangka kegiatan CBF di Waduk Jatiluhur 2018.

 

KESIMPULAN DAN TINDAK LANJUT

Dari hasil Benchmarking dapat disimpulkan bahwa Kegiatan CFB dapat menjadi solusi dalam memenuhi target KKP, yaitu produksi perikanan melalui kegiatan perikanan tangkap berbasis budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, tidak ada ketergantungan terhadap pakan ikan, disamping dapat meningkatkan kualitas ekologi sumberdaya danau/waduk dan meningkatkan kejahteraan masyarakat setempat. Melihat dampaknya yang besar, maka CBF dapat juga diusulkan dijadikan riset unggulan untuk melakukan kajian riset secara komperhensif dan memberikan rekomendasi teknis untuk kelayakan danau/waduk di Indonesia.

Tindaklanjut dari Benchmarking adalah Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan  (BRPSDI) dan akan melakukan pertemuan internal tim CBF untuk me-review petujuk tenis dan petunjuk pelaksanaan CBF serta membuat intermediate plot project CBF di Waduk Ir Djuanda Jatiluhur pra Implemetasi CBF 2018. BRSDM akan memfasilitasi pertemuan PJT II, Pemda Purwakarta, DJPT, DJPB, dan Ditjen PRL dalam rangka kegiatan CBF di Waduk Jatiluhur 2018.

Email KKP

LINK TERKAIT

Statistik Pengunjung

Today 21

Yesterday 29

Week 146

Month 493

All 9853

IKUTI KAMI