Secara umum ke enam lokasi sesuai untuk refugia udang Penaeidae dengan beberapa persyaratan yang diperlukanan. Berdasarkan data kelimpahan larva penaeidae di masing-masing stasiun pengamatan di 6 lokasi dibuat rerata kelimpahannya, selanjutnya berdasarkan nilai kelimpahan larva rataan sebesar 60 ind/1000m3 menjadi acuan refugia udang Penaeid, selanjutnya menganalisis relasi antara kelimpahan larva penaeid dan lingkungannya. Kekritisan di masing-masing lokasi diantaranya adalah merupakan fishing ground dan umumnya menggunakan alat yang destruktif walaupun masih ada trammel nets (non destruktif) (Tabel 1 dan Gambar 2-3) dan degradasi mangrove walaupun masih ditemukan lokasi yang baik (Gambar 4). Pada Tabel 2. disajikan indikator kesesuaian untuk calon refugia udang Penaeidae dan Tabel 3 dan Gambar 5a-c tentang penilaian calon refugia udang Penaeidae.  Hasil analisis menunjukkan bahwa calon refugia udang di lokasi Padang Tikar (00°38'08.4" LS dan 109°14'46.4" BT; 00°38'40.4" LS 109°17'47.9" BT), Teluk Batang  (01°03'24.4" LS dan 109°46'16.0" BT ) dan Ketapang (01°48'56.4" LS dan109°51'20.0" BT).  Refugia udang Penaeidae pada kawasan mangrove mengikuti pasang surut pantai wilayah Kalimantan yaitu sekitar 440 m ke arah darat berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 201 Tahun 2004 tentang Kriteria Baku Mutu dan Pedoman Penentuan Kerusakan Mangrove. Sedangkan untuk perairan adalah 4 mil kearah laut berdasarkan UU No. 32/2004 dan Peraturan Pemerintah No.60/2007. Ditetapkannya refugia udang pada beberapa lokasi dan pengaturan alat tangkap (jermal, ambai dan togok serta trawl) berbasis masyarakat (ko-managemen refugia udang Penaidae) maka akan mengurangi penangkapan juvenil dan udang Penaeid didaerah migrasi dan pemijahan.

Email KKP

LINK TERKAIT

Statistik Pengunjung

Today 4

Yesterday 32

Week 4

Month 662

All 15823

IKUTI KAMI