30 September 2017 - Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan (BRPSDI) di undang oleh salah satu anak perusahaan Sinar Mas Group (PT Agro Lestari Mandiri) untuk memberikan perspektif dan potensi pengembangan sektor perikanan di kawasan parit pembantas sepanjang 63 km. Optimalisasi lahan parit perusahaan untuk kegiatan perikanan diharapkan dapat membantu meningkatkan Ketahanan pangan daerah terhadap kebutuhan sumber protein ikan, membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat daerah sepanjang pesisir parit. Dalam pertemuan dengan CEO dan beberapa Manajer perusahan disampaikan bahwa kegiatan perikanan tangkap berbasis budidaya  atau Culture Base Fisheries (CBF) lebih sesuai secara teknis, ekologis, sosial dan ekonomi karena low input, low cost, adaptif, aplikatif dan berkelanjutan. Jenis ikan yang sesuai dikembangkan adalah dari Jenis ikan Haruan karena merupakan ikan lokal yang resistensi tinggi terhadap kondisi ekstrem, benih tersedia di alam dan hatchery Balai Benih Mandiangin Kalbar. Ikan Haruan juga bernilai ekonomi . Model implementasi CBF sepanjang  64 km, lebar 10m dan dalam 6m adalah model parit sekat. Artinya di setiap 1 km akan disekat dengan plastik net dan bambu dengan Padat tebar ikan berjumlah 5 ekor per m2 dan ukuran 10-15 cm serta akan melibatkan 2 RTP.

Dalam implementasi CBF ini diharapkan mampu memberikan 9 Opsi mata pencaharian utama / alternatif dan menciptakan lapangan kerja baru berjumlah 44 orang . Hasil perhitungan ekonomi sederhana kegiatan CBF dapat memberikan Keuntungan lebih dari 50%. Hal ini mendapat respon positif dari Pihak Perusahan dan setuju dengan program CBF yang di sampaikan BRPSDI, PURISKAN, BRSDM KP. Kegiatan ini akan disponsori program CRS PT Agro Lestari Mandiri.

Email KKP

LINK TERKAIT

Statistik Pengunjung

Today 70

Yesterday 63

Week 133

Month 394

All 26262

Currently are 5 guests and no members online

Kubik-Rubik Joomla! Extensions

IKUTI KAMI