Jatiluhur, 25 Juli 2017 – Bertempat di Aula Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan (BRPSDI), Kepala Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan (BRPSDI) Bapak Dr. Joni Haryadi D, M.Sc memimpin pertemuan Monitoring dan Evaluasi kegiatan penelitian tahun 2017 dan dihadiri oleh semua Peneliti BRPSDI. Bapak Dr. Joni Haryadi D, M.Sc menghimbau bahwa Penanggung jawab kegiatan memaparkan hasil kegiatan penelitian dan diharapkan hasil dari kegiatan penelitian ini sudah mencapai 70%. Dr. Lismining Pujiyani Astuti sebagai penanggung jawab kegiatan penelitian pemulihan populasi ikan dan rehabilitasi lingkungan di waduk Ir. H. Djuanda memaparkan hasil kegiatan penelitian bahwa:

  1. Waduk Jatiluhur saat ini telah mengalami eutrofikasi dan dengan adanya program jatiluhur jernih dari pemda setempat telah mulai dilaksanakan aktivitas Zero-KJA.
  2. Pengkajian ulang daya dukung waduk perlu mendapatkan masukan apakah dilanjutkan atau tidak mengingat kegiatan budidaya KJA akan dihilangkan.
  3. Kedalaman 3-4 m kondisi oksigen sangat kecil, 7-8 m mengalami keadaan anoksik pada bulan Februari-Maret 2017.
  4. Blooming enceng gondok masih sering terjadi.
  5. Karakteristik batimetri pada daerah hulu cenderung lebih dangkal, pola arus pada beberapa lokasi terjadi pola pertemuan arus namun untuk potensi umbalan masih perlu dianalisa lebih lanjut.
  6. Indeks kesehatan lingkungan distasiun pengamatan cenderung pada katagori jelek – tidak layak konsumsi.
  7. Beban cemar tertinggi diketahui berasal dari Sungai Citarum.
  8. Perkiraan jumlah benih yang dapat ditebar 5.019.000 ekor benih bandeng.
  9. Pada semester 2 akan dilaksanakan monitoring kualitas air, pola arus, pengumpulan data sosek dan persepsi masyarakat, serta modifikasi KJA smart.

Dr. Amula Nurafriani sebagai penanggung jawab kegiatan penelitian pengelolaan dan rehabilitasi kawasan estuari memaparkan hasil kegiataan penelitian sebagai berikut:

  1. Ekosistem estuary memiliki kerentanan paling tinggi dibanding ekosistem lainnya namun memiliki potensi kesuburan yang paling tinggi sehingga berperan penting dalam nursery organisme.
  2. Lokasi yang dipilih merupakan kawasan pesisir brebes yang memiliki ciri-ciri dominansi perairan muara dan terdapat beberapa ancaman seperti sedimentasi, abrasi, dan konversi lahan.
  3. Kegiatan riset pada semester 1 telah mengkaji fokus untuk data ekologi dan data sosek.
  4. Karakteristik perairan sungai cenderung lurus sehingga berpotensi adanya transport sedimentasi yang tinggi.
  5. Karakteristik mangrove didominasi oleh mangrove mayor Avicennia, Sonneratia, dan Rhizophora.
  6. Kontaminasi logam berat Cu mengindikasikan diatas ambang batas yang distyaratkan KLH.
  7. Fitoplankton terdiri dari lima family yang didominasi oleh Bacillario dengan kelimpahan yang bervariasi.
  8. Kelimpahan zooplankton cenderung banyak ditemukan di daerah delta pemali.
  9. Kekayaan larfa ikan banyak diperoleh di daerah pesisir dibandingkan dilaut lepas.
  10. Keberadaan juvenile cenderung ditemukan dengan kelimpahan merata antar stasiun.
  11. Jenis ikan yang diperoleh mencapai 111 spesies dengan dominasi Leiognathus sp
  12. Masing-masing kecamatan memiliki spesifikasi alat tangkap dominan.

Email KKP

LINK TERKAIT

Statistik Pengunjung

Today 4

Yesterday 32

Week 4

Month 662

All 15823

IKUTI KAMI