Bogor, 13 Juli 2017 - Dra. Adriani Sri Nastiti, M.S diundang sebagai nara sumber mewakili Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan untuk mengikuti pertemuan Konsinyering Pembahasan Muatan Teknis RAPERMEN LHK Daya Dukung & Daya Tampung Lingkungan Hidup dan Ekoregion dan membawakan makalah yang berjudul: ”Aspek –aspek penting dalam Pendeleniasian Ekoregion laut”. Dalam pertemuan tersebut Dra. Adriani Sri Nastiti, M.S memaparkan bahwa dalam rangka mewujudkan pengendalian pemanfaatan SDA, pengendalian kerusakan dan pencemaran serta pelestarian fungsi lingkungan hidup, UU Nomor 32/2009 memandatkan perlu diperkuatnya perencanaan perlindungan dan pengelolaan LH (RPPLH) yang harus berbasis EKOREGION yang mempertimbangkan karakteristik wilayah (Daya Dukung LH & Daya Tampung LH). 

 

EKOREGION LAUT adalah wilayah geografis  bentang alam laut yang memiliki kesamaan ciri iklim, substrat dasar perairan, kisaran kedalaman, flora, fauna asli, serta pola interaksi manusia dengan  bentang alam yang menggambarkan  integritas  sistem alam dan lingkungan hidup."

Adapun aspek –aspek  penting  dalam  Pendeleniasian  Ekoregion laut adalah sebagai berikut:

A.     POTENSI BENTANG ALAM/LAUT

1.  Potensi fisik bentang Laut

2.  Topografi, kemiringan dan geologi

3.  Kondisi Oseanografi

B.    POTENSI EKOLOGIS

a.  Terumbu Karang

b.  Padang Lamun

c.  Mangrove

C.    POTENSI  EKONOMI (Ekowisata )

D.    POTENSI SOSIAL BUDAYA

a.  Komposisi Penduduk

b.  Mata Pencaharian

c.  Pendidikan dan Kesehatan

d.  Agama dan Adat Istiadat

e.  Sejarah

Mengacu pada PP MenKP No. 60 Tahun 2007 Pengelolaan Ekoregion yang berkelanjutan dengan penataan ruang (mewujudkan KKP selanjutnya dibagi dalam zona) yaitu  :

a.   Zona Inti;   

b.   Zona Perikanan berkelanjutan;

c.   Zona Pemanfaatan; dan

d. Zona Lainnya;

Email KKP

LINK TERKAIT

Statistik Pengunjung

Today 67

Yesterday 93

Week 247

Month 1264

All 22426

Currently are 86 guests and no members online

IKUTI KAMI