Pertemuan pembahasan SK gubernur Sumatera Utara No 188.44/213/KPTS/2017 tentang daya tampung beban pencemaran dan daya dukung danau Toba untuk budidaya perikanan. Rapat dipimpin langsung oleh Dr. Karliansyah (Dirjen Pencemaran Lingkungan, Kementerian LHK) di Kementerian LHK Kebon Nanas Jakarta. Dalam pertemuan dan diskusi yang dihadiri oleh tim Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan (BRPSDI), Direktur Kesehatan Lingkungan dan tim Direktorat Jendral Perikanan Budidaya (DJPB) KKP, Tim Limnologi dan Hukum Universitas Sumatera Utara dan PT Suri Tani Pemuka, dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Perusahaan PT Suri Tani sebagai salah satu pengguna lahan untuk aktivitas budidaya nila di danau Toba belum mendapatkan justifikasi yang jelas dan komprehensif perihal penetapan daya dukung maksimum danau tiba untuk perikanan budidaya sebesar 10.000 ton ikan/tahun

2. Adanya Status tingkat tropik danau yang rata-rata mesotropik dan diarahkan menjadi oligotropik serta mutu kelas satu harus di diskusikan lebih lanjut perihal metode pengambilan sampel, analisa sampel dan sertifikasi lab yang melakukan uji sampel

3. Hasil penelitian daya dukung perikanan budidaya di danau Toba oleh Balitbang KP dan LIPI berbeda dengan jumlah yang ditetapkan oleh SK Gubernur tersebut di atas.

4. Dalam SK Gubernur masih memberi ruang kaji ulang daya tapung selama 5 Tahun Ke depan mulai dari tanggal dan Tahun ditetapkan.

 

Sehingga diperlukan beberapa hal, diantaranya Kemen LHK sebagai Kementerian lingkungan yang lintas sektor harus segera membuat Tim terpadu tentang pemetaan kelayakan lahan Danau agar dapat menentukan daya dukung Danau secara baik, zonasi dan model bentuk pengelolaan Danau yang terintegrasi dengan masyarakat sekitar Danau.

Email KKP

LINK TERKAIT

Statistik Pengunjung

Today 70

Yesterday 63

Week 133

Month 394

All 26262

Currently are 14 guests and no members online

Kubik-Rubik Joomla! Extensions

IKUTI KAMI