Anambas – Natuna, Kep. Riau - Pelaksanaan kegiatan penelitian status perlindungan Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus) Trip I tahun 2016 untuk lokasi Kabupaten Anambas dan Natuna telah dilaksanakan mulai tanggal 14 Februari s.d 8 Maret 2016. Kegiatan ini diikuti oleh Ir. Amran Ronny Syam, M.Si (Penanggung Jawab Kegiatan- BP2KSI), Dr. Didik Wahyu Hendro Tjahjo (Ka. Kelti Konservasi Jenis dan Genetik - BP2KSI), Dr. Dian Oktaviani, M.Si (Puslitbangkan), Masayu Rahmia, S.Si (BP2KSI), Soleh Romdon (BP2KSI), Indriatmoko, S.Kel (BP2KSI), dan Aswar Rudi (BP2KSI).

Pada tanggal 18 Februari 2016 dilakukan sosialisasi dengan tujuan untuk memberikan informasi yang penting untuk diketahui oleh masyarakat diantaranya adalah hasil penelitian Ikan Napoleon tahun 2015, rencana penyusunan dokumen NDF-Sea Ranching, serta rencana pengambilan sampel genetik yang akan dilaksanakan pada trip pertama ini. Pertemuan yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Anambas dan perwakilan masyarakat dari beberapa desa sentra budidaya Ikan Napoleon ini menyimpulkan bahwa masyarakat memerlukan dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk keberlangsungan budidaya dan perdagangan Ikan Napoleon di Kab. Anambas. Masyarakat juga menyatakan kebersediaan untuk membantu dalam penyediaan informasi yang diperlukan serta mengizinkan untuk dilakukannya pengambilan sampel sirip Ikan Napoleon untuk keperluan analisa genetik.

 

Pengambilan sampel sirip Ikan Napoleon berhasil dilakukan di tiga desa utama sentra budidaya Ikan Napoleon di Anambas yaitu Air Sena, Batu Belah, dan Piabung serta Pulau Laut dan Sedanau untuk lokasi pengambilan di Natuna.  Sebanyak 165 sampel sirip ikan Napoleon telah berhasil diperoleh untuk kemudian akan di analisa lebih lanjut.

 

Email KKP

LINK TERKAIT

Statistik Pengunjung

Today 70

Yesterday 63

Week 133

Month 394

All 26262

Currently are 89 guests and no members online

Kubik-Rubik Joomla! Extensions

IKUTI KAMI