Jakarta, 18 Mei 2017 - Status hiu dan pari di Indonesia perlu mendapatkan perhatian lebih. Hal ini mengingat Indonesia memiliki keanekaragaman hiu dan pari yang tinggi (115 spesies hiu dan pari) dan Indonesia termasuk dalam salah satu negara pengekpor utama produk hiu. Pengelolaan dan konservasi hiu dan pari di Indonesia menghadapi beberapa masalah utama, yakni tingginya tangkapan hiu dan pari sebagai tangkapan sampingan dan utama. Hal ini disebabkan masih terbatasnya mata-pencaharian alternatif bagi nelayan yang memanfaatkan sumberdaya hiu dan pari. Kondisi geografis Indonesia yang luas yang didominasi perairan, kepadatan populasi penduduk yang tinggi, keterbatasan anggaran serta pendataan yang belum sistematis juga berdampak signifikan terhadap pengelolaan dan konservasi sumberdaya hiu dan pari.

Menindaklanjuti pertemuan dengan pihak James Cook Univeristy (JCU) tanggal 26 April 2016 dan arahan Bapak Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia, Zulficar Mochtar, M.Sc untuk menindaklanjuti kerjasama pengkajian status hiu dan pari dengan pendekatan video berumpan (Baited Remote Underwater Video/BRUV). Kegiatan kerjasama ini sejalan dengan payung kerjasama Indonesia – Australia di bidang perikanan tahun 2010 (Indonesia – Australia Fisheries Cooperation), yakni peningkatan pengelolaan perikanan, konservasi dan penelitian serta melanjutkan pelatihan dan program pengembangan kapasitas.

Kerjasama ini berjudul “BAITED REMOTE UNDERWATER VIDEO (BRUV): VIDEO APPROACHES FOR DATA DEFICIENT ON REEF-ASSOCIATED SHARKS AND RAYS IN INDONESIA” yakni penggunaan video bawah air berumpan untuk mengatasi kelangkaan data mengenai hiu dan pari yang berasosiasi dengan terumbu karang di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kerjasama ini rencananya akan dilaksanakan selama 2 tahun (triwulan ke-2 2017 hingga triwulan ke-3 tahun 2019).

Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan (BRPSDI), Jatiluhur ditunjuk sebagai pelaksana kegiatan dengan melibatkan dan berkordinasi dengan Pusat Riset Perikanan. Adapun mitra dari pihak JCU adalah Prof. Colin Simpfendorfer selaku Direktur Centre for Sustainable Tropical Fisheries and Aquaculture (CSTF&A). Dr. Joni Haryadi selaku kepala BRPSDI menyampaikan bahwa BRUV merupakan salah satu metode inovatif yang menggunakan video untuk mengkaji populasi hiu dan pari di ekosistem terumbu karang. Metode ini memiliki validasi yang bisa dipertanggung jawabkan dan tidak bersifat merusak (non-extractive).

Pada tanggal 18 Mei 2017 bertempat di Pusat Riset Perikanan, dilakukan penandatanganan Implementing Arrangement yang disaksikan oleh Kepala Pusat Riset Perikanan, Dr. Toni Ruchimat. Dr. Joni menjelaskan bahwa tujuan kerjasama ini adalah: mengkaji dan menghasilkan informasi mengenai (a) kelimpahan dan keragaman hiu dan pari, (b) mengembangan pendugaan faktor-faktor yang mempengaruhi kelimpahan dan keragaman hiu dan pari, (c) Identifikasi hotspot dan/atau area kritis, (d) mempelajari peran pemangsa utama dalam ekosistem, (e) Menyediakan open-access data, (f) mengkaji efektifitas daerah perlindungan, serta (g) mengukur tingkat penangkapan. Prof. Colin menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif global yang didanai oleh Vulcan Foundation untuk mengumpulkan dan menganalisis data BRUV hiu dan pari di ekosistem terumbu karang seluruh dunia. Mengenai izin penelitian dan peneliti, pihaknya akan berkordinasi dengan dengan pihak Puriskan dan BRPSDI, termasuk Material Transfer Agreement (MTA) yang juga menjadi perhatian penting bagi kedua belah pihak.

Hal serupa juga disampaikan Dr. Toni bahwa Kerjasama ini menjadi strategis mengingat peran Indonesia diperhitungkan dalam upaya konservasi di tingkat regional dan internasional. Kerjasama ini diharapkan mampu memberikan manfaat, diantaranya: (a) pengembangan kapasitas peneliti dan penelitian, (b) memperbaharui informasi mengenai status hiu dan pari di Indonesia, (b) mengkaji indikator kesehatan terumbu karang, serta sebagai bahan evaluasi efektifitas daerah perlindungan. Selain itu perbaikan data hiu dan pari akan berdampak pada penyusunan rencana pengelolaan yang lebih padu dan mampu menjawab tuntunan masyarakat dunia dalam upaya konservasi hiu dan pari.

 

informasi lain: http://www.sindotrijaya.com/mobile/news/detail/14207/kerja-sama-riset-perikanan-kkp-dengan-james-cook-university


 

 

Email KKP

LINK TERKAIT

Statistik Pengunjung

Today 67

Yesterday 93

Week 247

Month 1264

All 22426

Currently are 48 guests and no members online

IKUTI KAMI